Islamophobia dan Kaum Muslim

seperti biasa setiap ahad pagi diselenggarakan pengajian rutin di Masjid Al Furqan Jalan Merdeka no. 118. Khusus setiap awal bulan yang menyampaikan materinya adalah KH. Muhyidin Junaidi Lc. MA, Ketua Pembina PDM Kota Bogor sekaligus Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri.
Pada pengajian di awal bulan Februari ini(1/2), Pak Kiyai menyampaikan materi yang berkenaan dengan Islamophobia yang menimpa umat Islam di berbagaitempat.

KH. Muhyiddin Junaidi memaparkan bahwa Islamophobia merupakan fenomena yang terjadi sejak zaman Rasulullah SAW. Misalnya kita sering mendengar cerita bagaimana dakwah Rasulullah mendapatkan penentangan pada waktu itu dari masyarakatnya. Hal tersebut terjadi karena rasa ketakutan masyarakat jahiliyah terhadap ajaran agama Islam.
Perjalanan dakwah Rasulullah SAW medapat berbagai bentuk hinaan ancaman hingga kekerasan. Hinaan Muhammad adalah orang yang gila dan tukang sihir dilontarkan oleh kafir Quraisy. Ancaman pembunuhan terhadap Rasulullah SAW oleh kaum kafir Quraisy sebelum hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Itu adalah contoh peristiwa Islamophobia pada zaman Rasulullah SAW.

Pada zaman modern pun Islamophobia masih senantiasa ada, terutama di tempat-tempat dimana kaum muslimin menjadi minoritas. Contohnya terkadang kaum muslimin mendapat diskriminasi, intimidasi, fitnah bahkan ancaman teror dari orang-orang yang terjangkit Islamophobia. Salah satu ciri dari Islamophobia, umat Islam biasanya selaku disingkirkan.

Di Indonesia, salah satu isu yang menjadi propaganda untuk menanamkan Islamophobia adalah permasalahan tentang terrorisme Islam, isu perlawanan terhadap terorisme global setelah reda propaganda tentang al-qaeda.
Tahun ini kemunculan ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) yang mengajak umat Islam Indonesia untuk bergabung telah membuat masyarakat geger.

Oleh karena itu, kaum muslimin harus cerdas dalam menghadapi Islamophobia lagi, jangan bersikap reaktif. Jika umat muslim reaktif, maka masyarakat terutama di barat akan semakin takut dengan Islam. Namun kalau umat muslimin bisa menghadapi dengan proaktif dan elegan, masyarakat barat pun akan banyak tertarik kepada Agama Islam.

Entri ini ditulis dalam Tak Berkategori oleh admin. Buat penanda ke permalink.

Tinggalkan Balasan